Jerapah (2)

Jerapah (2)

Toto   Pak Marmo masih enggan beranjak dari kursi teras sejak istrinya membawakan sarapan satu jam lalu. Dia memandang jalanan sepi sambil memasang telinganya, sekedar melatih pendengaran untuk mengetahui penyakit sepeda motor yang melintas di depan rumahnya. “Honda-Tiger … Terlalu pur,” gumamnya, sepuluh menit kemudian datang satu sepeda motor lain terengah-engah. “Astrea-Grand … Parah.”

Jerapah (1)

Jerapah (1)

Intro   Bayu naik ke tempat tidur jam 11 malam setelah menuntaskan pekerjaan rumah. Angin tipis meniup rambutnya, LED hijau AC menjadi satu-satunya cahaya dalam gelap. Dia membalikkan badan, lalu menarik selimut hingga menutupi kepala. Tidak ada posisi bagus yang bisa mempercepat tidurnya. Dia menguap panjang dan melihat jam di seluler: 00.06. Dia harus bangun … Continue reading “Jerapah (1)”

Zombie di Sekolah

Zombie di Sekolah

Jumat lalu, Pak Hartono – kepala sekolahmu – memanggilmu ke ruangnya karena kamu sudah bolos tiga hari berturut-turut. Pak Hartono tidak pernah bosan melihatmu, tapi kamu bosan berada di ruangan itu. Pak Hartono memakai peci hitam dan kemeja batik seperti biasa. Kumisnya bergerak turun-naik, ludahnya berterbangan saat bercerita tentang masa kecilnya membantu sang ayah di … Continue reading “Zombie di Sekolah”

Mat Soni

Mat Soni

Nama Mat Soni pernah menjadi semacam legenda di kampung kami. Mungkin menyebutnya sebagai legenda terlalu berlebihan, apalagi Mat Soni adalah seorang kriminal. Tapi aku punya alasannya.

Steik Tuna Mr. Trump

Steik Tuna Mr. Trump

“Kami makan di restauran,” Keith berkata. “Aku, Mr. & Mrs. Trump, dan Dr. Lee.” Keith adalah pasien baruku sehingga aku harus benar-benar mempelajari catatan medisnya. Ia mengalami gangguan nafas akut, demam di malam hari dan sering mengeluh masalah ginjalnya. Terapi yang diberikan Dr. Lee hanya pengobatan jangka pendek dan ini sangat menggangguku. Tapi aku dokter … Continue reading “Steik Tuna Mr. Trump”

John dan Sam

John dan Sam

John duduk bersandar pada dinding di pagi hari yang dingin. Danau yang di hadapannya masih dipenuhi kabut. Dia sepertinya enggan meninggalkan kabin dan kembali ke kota. Perasaannya bercampur aduk karena memikirkan Sam tersayang.

Cerita Hujan

Cerita Hujan

Mo meninggalkan kantor jam 19.15 setelah menyelesaikan pekerjaan rekannya yang absen karena sakit. Langit mendung dan angin bertiup cukup kencang, membuatnya menyesal tidak membawa baju hangat. Dia membawa payung yang cukup untuk satu orang, duduk di halte bis di sebelah wanita hamil. Antara dia dan wanita itu sama-sama tahu mereka bekerja di gedung yang sama. … Continue reading “Cerita Hujan”

Kisah Samantha Loner

Kisah Samantha Loner

Samantha Loner. Sendiri, sesepi namanya. Sehening hidupnya. Loner Street terletak di bawah bayang-bayang gedung-gedung perkantoran kota New York. Seperti sebuah lorong yang tidak pernah hidup. Seperti sebuah tempat pemakaman. Keberadaannya seperti sebuah misteri, disembunyikan dan tidak ada pernah di peta kota. Orang-orang tertentu menyebutnya sebagai lorong tikus, lorong kecoa atau sejenisnya. Petinggi kota tidak pernah … Continue reading “Kisah Samantha Loner”

Beruang Kutub

Beruang Kutub

Hanya cedera ringan, sakitnya tidak bisa mengalahkan kecemasan, seperti nafas yang tertahan udara dingin. Matahari tidak menghangatkan, tidak ada burung atau rerumputan hijau. Tidak menyenangkan memang, tapi Steve berusaha untuk tenang. Matanya masih terpejam, entah sampai berapa lama, mungkin selama-lamanya atau hanya beberapa menit. Salju tidak bertambah tinggi, sebagian menutupi wajah dan membenam tubuhnya, sesekali … Continue reading “Beruang Kutub”