Melukis Dengan Kata-Kata

Tadi malam Romi makan di sebuah restoran dan menyantap hidangan spesial, tapi ketika saya tanya bagaimana rasanya dia hanya menjawab, “Sobat, rasanya sulit dilukiskan dengan kata-kata.”

Apa yang diucapkan Romi tampaknya berlaku juga pada penulis; menceritakan ke dalam bentuk tulisan tentang apa yang kita lihat, dengar atau rasakan sepertinya pekerjaan yang sulit. Menulis bisa diibaratkan sebagai kegiatan telepati, yaitu mentransfer apa yang ada di pikiran penulis ke pikiran pembaca. Jika saya katakan saya seorang laki-laki 21 tahun yang tampan, apa yang Anda bayangkan tentang saya? Saya pastikan tidak ada. Hehehe. Akan tetapi lain halnya kalau saya tunjukkan foto saya seperti di bawah.

Aha! Anda langsung tahu bahwa itu bukan saya.

Baiklah, lupakan foto Tom Cruise dan melanjutkan tulisan tentang diri saya:

Saya seorang laki-laki 21 tahun berkacamata dengan rambut pendek. Hidung saya tidak mancung, tapi juga tidak pesek. Leher saya cukup panjang sesuai dengan tubuh saya yang ramping, dengan tinggi 168 cm dan berat 65 kg.

Saya menyebut deskripsi di atas sebagai gambaran yang kaku, tapi setidaknya Anda tahu saya seperti apa. Lain halnya ketika kita menceritakan seseorang dalam sebuah cerita, yang tentu saja ada efek dramatisnya, seperti cara Annie Proulx menceritakan kedua tokohnya dalam Brockback Mountain. Simak bagaimana dia menggambarkan sosok Jack Twist:

Sekilas penampilan Jack cukup lumayan dengan rambut ikal dan tawanya yang cepat, tapi untuk orang yang bertubuh kecil pinggangnya tampak kelebihan lemak dan senyumnya memperlihatkan giginya yang agak maju, meski tidak sampai tonggos hingga bisa membuka tutup botol, tapi cukup mencolok. Jack tergila-gila pada rodeo dan memakai ikat pinggang dengan kepala berbentuk orang menunggang sapi jantan, tapi sepatu botnya sudah berlubang parah dan tidak bisa diperbaiki lagi. Dia gelisah ingin pergi ke suatu tempat, ke mana saja selain Lightning Flat.

Dan berikutnya Ennis del Mar:

Ennis, dengan hidung melengkung dan wajah sempit, agak bungkuk dan dadanya tidak terlalu bidang, tubuh bagian atasnya yang kecil ditopang sepasang kaki panjang melengkung, dengan tubuh berotot dan luwes yang cocok untuk menunggang kuda dan berkelahi. Gerakan refleksnya amat cepat dan dia rabun jauh, sehingga tidak suka baca apa pun kecuali katalog pelana Hamley. 

Sekarang Anda tahu apa yang saya maksud sangat elegan. Proulx menggambarkannya cukup lengkap, mulai dari penampilan fisik, sifat, kebiasaan, kesukaan maupun keinginan. Ada kalimat dengan penggunaan yang kurang familer seperti wajah sempit atau tubuh bagian atasnya yang kecil, yang meskipun begitu kita tahu maksudnya. Secara keseluruhan, tidak ada kata yang tidak kita mengerti, tidak klise dengan kalimat sederhana namun jarang digunakan penulis lain. Seperti itulah kelihaian seorang Annie Proulx dalam menggambarkan dua pemuda desa tahun 60’an.