Tulisan Terbaru

Halaman: [1] 2
1
Curhat / Bawang Putih Ampuh Obati Wasir
« Tulisan terakhir oleh Mas Amin pada Juni 06, 2018, 12:32:03 AM »
Ambeien atau lazim disebut wasir kerap dialami oleh ibu hamil atau pasien konstipasi atau kesulitan buang air besar. Namun tak jarang wasir mampir ke rektum atau anus orang yang duduk terlalu lama, mengejan saat buang air besar, diare kronis, obesitas atau kurang makan berserat.

Wasir merupakan kondisi pembengkakan dan peradangan pada pembuluh vena di sekitar anus. Jika sudah parah, mau tidak mau pasien wasir harus mengkonsumsi . Namun, mengobati wasir tak selalu harus menggunakan cara medis. Salah satu cara ampuh mengobati wasir adalah dengan bawang putih.

Meski ia salah satu deret bumbu dapur, bawang putih punya manfaat selayaknya obat herbal. Dilansir dari Progressive Health, bawang putih merupakan antibiotik, mampu menurunkan tekanan darah, dan bisa dimanfaatkan sebagai antioksidan.

Bawang putih memiliki senyawa aktif yang disebut allicin atau alisin. Alisin merupakan senyawa sulfur yang memiliki fungsi sebagai antibakteri dan antijamur. Ia juga digunakan bawang putih untuk bertahan dari serangan hama.

Berkat senyawa ini, bawang putih berfungsi untuk memperkuat pembuluh darah dan menghancurkan bakteri yang berada di sekitar anus. Selain itu, bawang putih juga dapat mengurangi rasa gatal dan peradangan.

Dikutip dari Livestrong, ada beberapa cara untuk memanfaatkan bawang putih sebagai obat wasir. Pertama, bawang putih sebagai supositoria atau obat berbentuk peluru dan dimasukkan ke anus. Tak perlu dimasukkan terlalu dalam dan biarkan selama semalam.

Cara kedua, cincang tiga hingga empat siung bawang putih dan masak dengan segelas air. Pisahkan bawang dan air kemudian biarkan air hingga dingin.

Celupkan kapas dan tempelkan pada anus. Ganti kapas bila ia mulai kering. Agar lebih bisa memberikan rasa nyaman pada bagian yang radang, air bawang dapat disimpan di kulkas terlebih dahulu sebelum digunakan.

https://www.nutrinextkapsul.com/ambeien
https://www.nutrinextkapsul.com/
2
Curhat / Catatan Perjalanan Pendakian Gunung Prau 5-7 Mei 2017
« Tulisan terakhir oleh Mas Amin pada Juni 05, 2018, 11:42:55 PM »
 Pada tanggal 5 Mei 2017 gunung ini kembali dibuka dengan aturan jam naik dan turun untuk menghindari cuaca buruk dan petir yang berbahaya karena kita ada di ketinggian.

Sebelumnya gue sempet pusing mikirin destinasi cadangan. Ke tempat A kejauhan, ke tempat B banjir dan sebagainya. Hingga gue kembali ke rencana semula ke Gunung Prau.

 Gue naek Bus Sinar Jaya dari Serang, Banten harga sekitar 140rb dengan waktu keberangkatan jam 2 siang. Bus ini langsung menuju Wonosobo sehingga kita bisa istirahat tanpa harus khawatir kelewat tempat turun. Dipikiran gue ini adalah bus super nyaman, bangku lega dengan bantal. Tapi nyatanya bus jaman sekarang udah jarang yang pakai bantai, ada tissu ataupun toilet di belakang. Busnya adalah bus lama dengan bangku sedikit lagi menuju reot dan AC pun kurang kerasa dingin seperti cuma angin doang.

Karena kalah saing dengan kereta, bus akhirnya memangkas fasilitas agar bisa lebih murah. Tapi sayang banget penumpang yang jadi korban.

Niat gue buat tidur malah enggak bisa. Parah banget.. ya baru bisa tidur setelah tengah malam menjelang sampai Wonosobo.

Saran gue sih mending naek kereta sampai Purwokerto, kemudian disambung bus kecil ke Wonosobo. Itu lebih menyenangkan menurut gue. Tapi karena sekarang ini jamannya booking online, bahkan tiket 2 bulan berikutnya pun sudah habis. Jadi musti di booking dari jauh-jauh hari.

 Sampai di Terminal Wonosobo, gue dan Ana beristirahat di toko deket toilet sambil ngopi nungguin temen gue yang satu lagi Iqbal dateng. Karena Iqbal berangkatnya dari Jakarta jadi waktunya sedikit berbeda.

Kemudian Iqbal sampai di Terminal Wonosobo, kemudian kita mesen mie karena perjalanan lumayan nguras waktu, yaitu sekitar 13 jam dari Serang. Gue ngerasa udah kayak kambing yang hidup di kandang. Tidur, bangun kemudian makan, terus kembali masuk bus lagi, tidur lagi.. dan terus aja kayak gitu sampai nyampe Wonosobo.

Setelah habis beberapa gorengan, tanpa cabe rawit karena cabe disini rasanya seperti tawar. Gue juga bingung. Kita kemudian naik bus kecil menuju Dieng, ongkosnya sebesar 20rb per orang. Tas-Tas keril kami ditaruh di atas bus, sepertinya sudah biasa. Untung bukan hati kami yang ditaruh diatas bus.. coba kalau iya? kan nanti sudah jatuh, patah pula. Eaaaa..

Perjalanan ke Dieng sekitar 1 jam dari terminal Wonosobo. Bus kami sempat istirahat di pinggir jalan setelah beberapa kali melewati tanjakan. Mungkin karena mesinnya kepanasan. Ya supirnya bilang gitu sih.. dia enggak bilang gara-gara badan gue dan iqbal yang overweight. (emot bersyukur).

 Sampai di Dieng ternyata jalanan macet total. Ada banyak acara yang terjadi hari itu, diantaranya adalah; jambore motor CB100 seluruh indonesia juga ada pawai untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Banyak banget penduduk yang keluar dan diam di pinggir jalan, ya kita sih seneng.. langsung melambaikan tangan, apalagi kalau ada cewek cakep. Kemudian gue ngambil sisir!.

Kita di turunkan di sebuah warung makan yang cukup nyaman. Tempatnya lesehan dengan karpet, bahkan di sediakan bantal untuk tidur. Karena waktu pendakian adalah jam 3 sore, sementara kita baru datang sekitar jam 11 siang.

Sembari menunggu jam 3 sore, kami mencoba untuk belanja logistik yang kurang. Kebetulan disana ada Indomaret, yang unik dari Indomaret ini adalah karyawannya pake jaket dan ini pertama kalinya gue masuk Indomaret tapi suhu di dalem itu lebih hangat daripada di luar. Saking dinginnya di Dieng.

Pulang dari Indomaret kami melewati sebuah gudang kentang, kemudian kita muncul pikiran buat masak kentang nanti pas ngecamp. "Kayaknya enak nih makan kentang..". Kemudian kita nyoba buat beli, tapi malah dikasih dua kentang ukuran super jumbo! ada kali 3 kg mah.. di sisi lain asik dapet kentang gratisan, disisi lain berat juga bawaan gue.. (emot kesel).

Kami mulai packing, karena sebentar lagi jam 3 sore dan kami akan memulai pendakian. Tapi enggak lama setelah beres packing, hujan lebat mengguyur.. begitu seterusnya setiap kami mau berangkat. Hingga akhirnya gue dan Iqbal kembali memesan kopi sambil menunggu hujan reda.

Sewaktu hujan sedikit reda, kami langsung memanfaatkan momen ini yang kemudian begegas menuju basecamp pendakian Patak Banteng. Kita jalan sedikit ke bawah dari warung tempat kita istirahat tadi, melewati Indomaret hingga sampai di sebuah gapura, kemudian kita masuk ke jalan yang ada gapuranya tadi. Basecamp Patak Banteng enggak jauh dari gapura itu.

Di bagian registrasi kami dipungut 10rb per orang untuk tiket pendakian. Serta dijelaskan keadaan diatas seperti apa enggak lupa dengan aturan-aturannya. Kami dihimbau untuk turun menggunakan jalur Patak Banteng kembali, karena faktor keselamatan.

http://www.samamart.com/
3
Ngobrol / Penyakit Ini Paling Sering Menghantui Kamu yang Sering Naik Motor
« Tulisan terakhir oleh atep pada Juni 05, 2018, 11:32:01 PM »
Penyakit Ini Paling Sering Menghantui Kamu yang Sering Naik Motor
Motor adalah salah moda transportasi yang banyak dipilih orang saat ini. Selain ekonomis, motor juga dianggap sebagai pilihan transportasi anti macet dan bisa dibawa bermanuver ke manapun kamu mau. Namun di balik enaknya mengendarai motor, setidaknya ada 7 penyakit yang diam-diam menghantui pemakai kendaraan ini tiap hari. Penasaran, ‘kan? Berikut contohnya:
1. Gangguan saluran pernapasan
Resiko terbesar yang siap menyerang pengguna motor adalah penyakit pernapasan seperti ISPA, bronkitis, atau TBC. Kerasnya angin yang mengenai dada saat bermotor adalah pemicu utama munculnya tiga penyakit tersebut. Karenanya, disarankan untuk selalu memakai jaket guna melindungi tubuh dan masker, agar debu tidak masuk mulut saat naik motor.
2. Tinnitus
Sering mengalami telinga berdenging? Jika iya, hal tersebut bisa jadi disebabkan karena kerap bermotor dalam jarak jauh dan frekuensi yang terlalu sering. Minimnya perlindungan pada kepala saat bermotor merupakan penyebab utama munculnya penyakit ini. Untuk menghindari hal tersebut, pakailah helm sesuai standar setiap kali harus bepergian dengan motor.
3. Masalah kulit, terutama jerawat
Gak dapat dipungkiri kalau asap adalah musuh utama bagi pengendara motor. Selain mengancam kesehatan pernapasan, asap yang mengenai bikers juga menyebabkan gangguan kulit seperti jerawat misalnya. Sebagai cewek, tentunya hal ini bisa mengganggu kenyamanan dirimu.
4. Nyeri pada bagian tubuh tertentu
Seringnya menempuh perjalanan jarak jauh ternyata meningkatkan resiko nyeri dan kram pada bagian tubuh tertentu, seperti pinggul, bahu, punggung, atau lutut. Untuk mengurangi keluhan tersebut, sebaiknya lakukan peregangan seperti senam ringan atau jalan santai untuk melemaskan sendi-sendi tubuhmu. Barulah setelahnya, kamu bisa melanjutkan aktivitas seperti biasa.
5. Saraf terjepit
Sebagaimana dilansir dari laman Tempo.co, dokter ahli orthopedi Luthfi Gatam mengatakan bahwa mengendari motor secara intens setiap harinya bisa menyebabkan saraf terjepit. Getaran dari motor yang diterima oleh tubuh dalam jangka panjang bisa merobek saraf. Untuk itu, disarankan agar pengguna motor rutin berolahraga untuk melatih saraf mereka. Selain itu, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung kalsium dan protein untuk membuat otot jadi lebih kuat.
6. Iritasi mata
Keluhan yang juga umum diutarakan oleh pengendara motor adalah kulit kering, akibat paparan angin, asap, serta polusi yang mengenai mata saat berkendara. Sebagai solusi, disarankan untuk membawa obat tetes mata di tasmu. Sehingga setiap mata terasa kering, kamu bisa segera membasahinya dengan obat tetes mata yang kamu bawa.
7. Obat Penyakit Ambeien
Penyakit terakhir yang harus diwaspadai adalah wasir, atau dalam dunia kedokteran disebut hemaroid.  Hemaroid muncul akibat pelebaran dan peradangan pembuluh darah balik (vena) di anus atau rektum, karena terlalu lama duduk saat berkendara dengan motor. Oleh karena itu, apabila kamu harus menempuh perjalanan panjang sebaiknya sempatkan untuk berhenti dan beristirahat, setidaknya satu jam sekali. Namun selain itu juga penggunaan obat diperlukan untuk mengobatinya salah satunya dengan Obat Wasir Nutrinext Kapsul.
4
Kenalan / Re:Salam Kenal
« Tulisan terakhir oleh Anggi pada Maret 14, 2018, 11:01:53 AM »
salam kenal juga. baru belajar nulis nih. moga2 dapet ilmu di sini.
5
Curhat / Ini Cara Saya Mengatasi Hambatan Menulis
« Tulisan terakhir oleh Administrator pada Maret 11, 2018, 07:17:59 AM »
Saya tahu beberapa penulis terkenal, penulis yang kau kagumi yang menulis dengan sangat indah dan menghasilkan banyak uang. Tidak satu pun dari mereka selamanya merasa antusias dan percaya diri. Tidak satu pun juga dari mereka menulis draft pertama dengan indah. Okelah, mungkin ada salah satunya, tapi kita tidak seperti dia. -- Anne Lamott, penulis Bird by Bird

Kelihatannya saya tidak sendirian bermasalah dengan tulisan pertama, bahkan penulis terkenal pun mengalaminya. Yang saya harus saya lakukan adalah terus menulis ..... dan menyelesaikannya.

1.   Saya akan mengunci pintu, sehingga hanya ada saya, pulpen dan kertas.
2.   Bekerja dalam kondisi fisik dan mental yang siap bekerja
3.   Tulisan saya. Ekspresi saya.
4.   Biarkan imajinasi saya terbang ke tempat yang asing, aneh, dan tidak masuk akal. Tidak ada batasnya. Saya akan buat lebih masuk akal nanti … setelah selesai.
5.   Saya akan meniru gaya penulis lain. Penulis terkenal juga pernah melakukannya, bukan?
6.   Saya tidak akan pergi ke mal, main bola, nonton film, sebelum selesai. Setidaknya satu paragraf.
7.   Ketika draft pertama saya selesai, yang mana masih sebulan lagi, saya akan menyimpannya dalam laci selama beberapa hari, dan setelah itu kembali lagi untuk membacanya. Dan siap untuk membuat draft kedua.
8.   Sepertinya, saya akan merayakannya dulu sebelum membuat draft kedua.
6
Tokoh & Karakter / Re:Aku atau Saya
« Tulisan terakhir oleh sintia pada Maret 10, 2018, 11:33:28 AM »
Lebih suka pakaai Aku, hehe
7
Anak-Anak dan Remaja / Re:Belajar Menulis Dari Novel Holes – Louis Sachar
« Tulisan terakhir oleh sintia pada Maret 10, 2018, 11:31:02 AM »
Wah boleh dicoba tuh sarannya.  :)
8
Anak-Anak dan Remaja / Belajar Menulis Dari Novel Holes – Louis Sachar
« Tulisan terakhir oleh Administrator pada Maret 10, 2018, 08:35:59 AM »

Holes ditulis Louis Sarchar pada tahun 1998 dan baru diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada November 2003 oleh penerbit Kaifa, tahun yang sama Holes diangkat ke layar lebar.

Holes bercerita tentang Stanley Yelnats III yang selalu ketiban sial. Itu akibat dari kutukan yang menimpa keluarganya. Karena kesialan itu pula Stanley Yelnats III harus dituduh mencuri sepatu atlet football terkenal dan menjalani masa hukuman di sebuah kamp. Di tempat ini Stanley dan tahanan lainnya wajib menggali lubang di atas tanah bekas danau setiap harinya. Mr. Sir, sang pengawas, bilang, menggali lubang bisa membentuk karakter. Tapi tidak demikian kenyataannya; ada misteri di balik penggalian tersebut. Sebuah kisah di masa lalu yang menghubungkan antara keluarga Stanley, kawan Stanley yang bernama Zero, dan sang kepala sipir.

Holes merupakan novel anak-anak dan remaja. Khas ditulis dengan kalimat dan paragraf pendek, dan bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti. Penulis menjadi seorang narator, dan dengan demikian dia bebas dan leluasa menceritakan tokoh-tokohnya, apalagi novel ini banyak menceritakan kilas balik (flashback).

Di awal kisah penulis menceritakan tentang “danau” Kamp Green Lake, tempat Stanley akan menjalani hukuman.

     
Kutip
Tak ada danau di Kamp Green Lake. Dulu pernah ada sebuah danau yang sangat besar, terbesar di Texas. Tapi, itu beratus-ratus tahun lalu. Sekarang yang ada cuma daratan terlantar yang kering dan rata.

     Pernah juga ada sebuah kota di Green Lake ini. Namun, kota itu menyusut dan mati sebagaimana danaunya, begitupun orang-orang yang tinggal di sana.

     Selama musim panas, suhu pada siang hari mencapai 35 derajat celcius bila berada di tempat yang teduh – itupun kalau kau bisa menemukannya. Tidak banyak tempat teduh di danau yang besar dan kering ini.

Tiga paragraf di atas sebenarnya bisa jadi satu karena masih satu tema, tapi penulis memisahkannya, mungkin tujuannya supaya anak-anak tidak capek membacanya.

Sebagai informasi, Holes terbagi dalam empat bagian. Bagian 1: Anda Memasuki Kamp Green Lake terdiri dari 28 bab dengan total 161 halaman. Itu artinya rata-rata per bab-nya berjumlah rata-rata 5.75 halaman. Jumlah paragraf dalam satu bab bisa bervariasi, sekitar 15 – 30 (bisa kurang atau lebih).

Buat para penulis pemula yang ingin menulis novel, cara ini sangat membantu. Dan kelihatannya tidak terlalu sulit menulis dua atau paragraf dengan tiga baris per paragraf per hari.

9
Penulis / Re:Infografik: Berapa lama waktu yang dibutuhkan penulis terkenal untuk menulis?
« Tulisan terakhir oleh Administrator pada Maret 04, 2018, 08:49:53 PM »
Dalam grafik J.K. Rowling menulis novel Harry Potter and the Philosopher’s Stone selama 6 tahun. Hmm, waktu yang lama bukan?
Pertama kali ide Harry Potter muncul ketika dalam perjalanan dengan kereta dari Manchester ke London tahun 1990. Lima tahun berikutnya, J.K. Rowling mulai merencanakan tujuh seri Harry Potter. Dia biasanya menulis dengan catatan tangan, kebanyakan di atas kertas bekasi.
Ketika tiba di Edinburgh tahun 1993, Rowling sudah menulis tiga bab pertama Harry Potter and the Philosopher’s Stone. Pada saat itu J.K. Rowling memang sudah bercerai dan memiliki seorang bayi perempuan. Tapi sepertinya bukan karena itu dia menulis Harry Potter cukup lama. Dia selalu meluangkan waktu untuk menulis.
Lalu, bagaimana dengan kita?
10
Tokoh & Karakter / Aku atau Saya
« Tulisan terakhir oleh Administrator pada Maret 04, 2018, 07:24:31 PM »
Menentukan sudut pandang salah satu hal yang sangat penting dalam menulis. Penggunaan sudut pandang orang pertama tunggal, aku atau saya, tentu saja berbeda dengan orang ketiga tunggal. Masing-masing memiliki kelebihan. Penggunaan sudut pandang orang pertama tunggal terbatas hanya pada apa yang dilihat, didengar, dirasakan maupun dipikirkan sang tokoh. Meski begitu, sudut pandang ini juga punya kelebihan, yaitu pembaca akan lebih merasakan pengalaman atau peristiwa yang dialami sang tokoh.

Kebanyakan penulis memakai kata "Aku" untuk sudut pandang orang pertama tunggal dan jarang menggunakan kata ganti "Saya", kecuali dalam dialog.

Namun saya terkesan dengan penggunaan kata "Saya" dalam novel The Remains of The Day karya Kazuo Ishiguro yang diterjemahkan oleh Femmy Syahrani. Di sini Mbak Femmy mampu menterjemahkannya dengan luwes, padahal Kazuo Ishiguro itu menulis dengan bahasa formal dan terdengar kaku.

Sebagai wawasan saya kutip pembukaan dari novel tersebut.

TAMPAKNYA semakin besar kemungkinan saya akan benar-benar pergi berpelesir, seperti yang telah saya lamunkan beberapa hari ini. Bisa dibilang ini adalah sebuah ekspedisi yang akan saya lakukan sendirian, mengendarai mobil Ford milik Mr. Farraday yang nyaman. Ekspedisi ini kiranya akan membawa saya melintasi sebagian besar daerah pedesaan terindah Inggris ke West Country, dan akan membuat saya meninggalkan Darlington Hall selama lima atau enam hari. Ide tamasya ini sebenarnya merupakan saran yang baik hati dari Mr. Farraday sendiri, pada suatu sore hampir dua minggu yang lalu, ketika saya sedang membersihkan lukisan di perpustakaan. Bahkan, seingat saya, saya sedang berdiri di tangga dan membersihkan lukisan wajah Viscount Wetherby ketika majikan saya itu masuk dengan membawa beberapa buku yang kiranya ingin dia kembalikan ke rak. Saat melihat saya, dia menggunakan kesempatan itu untuk memberitahukan bahwa dia baru saja mematangkan rencana untuk kembali ke Amerika Serikat selama lima minggu pada Agustus dan September. Setelah menyatakan ini, majikan saya meletakkan buku-bukunya  di atas meja, duduk di kursi malas, dan berselonjor. Pada saat itulah, sambil menengadahkan kepala, dia berkata,

"Kau tentu tahu, kan, Stevens, aku tidak mengharapkan kau terkurung di rumah ini selama aku pergi. Bagaimana kalau kaubawa saja mobilku dan jalan-jalan selama beberapa hari? Tampaknya kau perlu berlibur."


Mungkin kamu punya pengalaman memakai "Saya" sebagai kata ganti orang pertama tunggal.

Halaman: [1] 2